“aku ga suka sama dia”
yup, kalimat yang sering kita dengar.
Banyak alasan kalimat tersebut terucap dari pembicaraan seseorang. Dengan alasan ga suka sama sifatnya biasa pemalas, kompor, centil, egois, selalu ingin eksis sendiri, pengkhianat, ga jujur and so on,,,
Ga suka juga karena tngkah laku, sikap dan tutur katanya like sok-sok’an, suka ngomongin orang di belakang, menusuk kawan dari belakang, lebay (alias berlebihan) deelel..
Atau bisa juga ga suka gara-gara memang rival di kelas, di asrama, ataupun di dalam organisasi.
Bagaimana lo kita sering ngucapin kalimat tersebut?
Ahaa... ini dia masalah terbesar kita lo kebiasaan ngegosipin orang lain en ngucap” aku ga suka ma dia” . tanpa kita ketahui , kita sadari atau tidak kita sadari, hal tersebut bisa menjadi kebiasaan.
Sebenarnya sah-sah saja ada rasa ga suka ma seseorang. Tapi, ga adil rasanya lho kita langsung menghakimi seseorang dengan kalimat tersebut. Suatu kewajaran jika seseorang memilki kekurangan dan pernah ngelakuin salah. So, what we must do? Walau kita ga suka sama tingkah, sikap, sifat, watak, kelakuan, kerja, cara bicara orang lain, sebisa mungkin kita untuk tetap menahan untuk tidak ngucapin kalimat tersebut. Boleh kita dongkol, jengkel, muak tapi cukup diri kita yang tahu dan jangan salah boleh kita ngelampiaskannya, mengeluarkan unek-unek yang menjengkelkan, kedongkolan hati untuk nglangin penyakit hati. Eitzcc,, tapi tunggu dulu, tetap ada “tapi”nya. Yup!! cukup dilampiaskan ketika sudah masuk kamar atau ruangan yang ga da orang supaya tetap terjaga emosi kita di depan orang lain.
Lalu, bagaimana lo seandainya dibelakang , kalimat tersebut untuk kita?
Jawabannya; ya,,, besar-besar hati kita lah untuk nerimanya. Menerima dengan positive thinking merupakan keputusan paling bijak. Berharap dengan kalimat tersebut kita akan tahu apa kekurangan kita dan berusaha untuk merubahnya. Mungkin memang tanpa kita sadari ada sikap dan sifat kita yang kurang baik. Sakit ?? memang. Tapi demi perubahan paradigma hidup menuju ke arah yang lebih baik ga apalah. Masih lebih minimum dibandingkan perubahan yang kita peroleh pada nantiinya.
Bisa berlapang dada memang hal yang ga mudah,ketika tanpa sengaja mendengar kalimat tersebut dari orang lain untuk yang tertuju untuk kita pasti membuat kita menjadi down, merasa udah bersalah , ngerasa teman-teman pada ga suka sama kita, takut ga punya teman lagi.. haduhhhhhhh..... pemikiran-pemikiran itu pasti udah menakut2i kita seakan mau memangsa hidup kita.
So, pelajaran yang bisa kita petik adalah tetap jaga sikap dan perkataan saat berbicara, tetap berbesar hati walau fitnah sering menimpa dan yang terpenting adalah tetap menjadi diri sendiri dimanapun dan sampai kapanpun. Cz bisa menjadi diri sendiri merupakan sesuatu yang abadi. Tidak ikut-ikutan dan punya prinsip. Slalu mengingat akan perubahan paradigma hidup menuju ke arah yang lebih utama “change our life”..



