JALAN JUANG , KEMAH JUANG DAN PEMBARETAN SATUAN MADYA PRAJA ANGKATAN XX
Oleh:
MWP. FIKLIA FITRIANI
20.0612
Pada tanggal 10- 12 juni satuan madya praja Institut pemerintahan dalam negeri baik putra maupun putri angkatan xx berjumlah 1092 orang melaksanakan serangkaian kegiatan besar diawali dari jalan juang, kemah juang di bumi perkemahan Kiara Payung Jatinangor dan puncaknya adalah pembaretan. Kegiatan ini merupakan program dari bagian pengasuhan dan ini merupakan untuk kedua kalinya dilaksanakan kegiatan pembaretan. Dimana pendamping berasal dari pengasuhan dan dari fungsionaris satuan nindya praja.
Pada hari pertama ( jum’at tanggal 10 juni 2011) tepat pukul 14.oo WIB dilaksanakan apel pelepasan di plaza menza menuju bumi perkemahan Kiara Payung Jatinangor, malam kemah juang pertama diisi dengan pentas seni dimana masing-masing kompi wajib mementaskan satu karya seni. pada hari ke dua ( Sabtu, 11 juni 2011) dibagi menjadi 2 kelompok. Dimana kelompok pertama melaksanakan HTF oleh panitia. Kegiatan HTF sangat menantang bagi peserta dengan rangkaian 11 pos yang berisikan kegiatan-kegiatan luar (out bound) seperti PBB, turun hesti, naik togel, pengenalan kompas dan tali temali, lempar kapak dan yang paling seru adalah merayap dalam kubangan lumpur. Kegiatan HTF kelompok pertama selesai pukul 13.00. Sementara kelompok dua di isi dengan pemberian materi caramah manajemen bencana serta ceramah pengenalan dan penanggulangan narkoba bagi satuan Madya praja peserta pembaretan. Materi yang disampaikan yaitu:
Ø Ceramah Manajeman Bencana disampaikan oleh kepala dinas sosial tenaga kerja Kabupaten Sumedang oleh Bapak Awandi N.S.
Ø Ceramah Pengenalan dan Penanggulangan Narkoba disampaikan oleh Direktorat Narkotika Polda Jabar.
Dilanjutkan dengan kegiatan pada malam hari diadakan api unggun dan renungan malam yang diisi dari Yayasan darul tauhid dengan pembicara Bapak Mahmud dari kepulauan Bangka Belitung.
Pada hari minggu pagi sekitar pukul 06.00 semua satuan madya praja peserta pembaretan melaksanakan persiapan pembaretan dan pendakian puncak manglayang yang memiliki ketinggian sekitar 1817 m.dpl dengan kemiringan mencapai 450. Dimana dalam pendakian dibagi menjadi dua jalur yaitu jalur 1 untuk putra yang memiliki medan cukup sulit karena jalan begitu terjal dan jalur 2 untuk madya praja putri dengan jalan bertangga-tangga. Dalam pendakian harus ekstra hati-hati karena jalan cukup licin. Walaupun medan cukup sulit tak membuat patah semangat madya praja angkatan xx peserta pembaretan. Kekompakan masing-masing regu mengalahkan tingginya puncak manglayang dan beratnya medan untuk dilalui. Fenomena aneh pun terjadi pada saat pendakian . awan di atas gunung manglayang pada saat itu membentuk huruf XX yang bisa diartikan sebagai angkatan XX. Mungkin fenomena tersebut menjadi simbol semangat peserta pembaretan.
Selama kegiatan jalan juang, kemah juang dan pembaretan tidak ada kendala yang cukup berarti. Namun, ada beberapa praja yang mengalami terkilir pada kaki pada saat pendakian maupun pada saat turun dari puncak. Setelah sekitar 3,5 jam samapialh pada puncak manglayang dan selanjutnya dilaksanakan apel penyematan baret coklat dan baret menwa oleh pembantu rektor bidang kemahasiswaan Bapak Benhard Rondonuwu S.Sos.,M.si. penyematan baret dibarengi dengan siraman air suci yang diwakili ole MP. Septian Putra, MP. Juwaratu, MWP. Ratna Amrinawati, MWP. Paramita Novia. Setelah acara pendakian dan pembaretan selesai, dilanjutkan dengan penutupan acara. Apel pengecekan untuk penutupan acara pembaretan dilaksanakan pukul 16.00 untuk kemudian semua praja kembali ke kampus IPDN.


cakru ya dek??,,, tulisan yg bagus .. semangat terus menulis.. :)
BalasHapussiap kak, terima kasih kak,
BalasHapusizin kak, blog kk bagus