KUDUS
Kabupaten Kudus merupakan salah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ibokota dari kabupaten Kudus adalah Kudus, yang berada pada jalur pantai utara timur Jawa Tengah yaitu sekitar 51 km sebelah timur Kota Semarang. Batas-batas wilayah kabupaten Kudus adalah:
·Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pati;
· Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pati;
· Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan;
· Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jepara.
Kabupaten Kudus merupakan kabupaten dengan wilayah terkecil yaitu seluas 42.516 Ha dan memiliki jumlah kecamatan paling sedikit di Jawa Tengah. Jumlah kecamatan di kabupaten Kudus sebanyak 9 kecamatan. Sebagian wilayah di kabupaten ini adalah dataran rendah. Dan hanya memiliki satu buah gunung yaitu gunung Muria yang terletak di kecamatan Dawe. Kabupaten Kudus merupakan kabupaten dengan sektor utama industri dan perdagangan. Kudus dikenal sebagai kota kretek karena Kudus merupakan penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Kudus dikenal pula sebagai kota santri karena Kudus menjadi pusat perkembangan agama islam pada abad pertengahan,hal ini terbukti dengan adanya 2 makam sunan, yaitu Sunan Kudus (Syekh Ja’far Shodiq) dan Sunan Muria (Raden Umar Said).
Banyaknay mall,toko – toko dan tempat-tempat makan yang mewarnai sepanjang ruas jalanan kota menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung baik dari dalam kota yaitu masyarakat Kudus itu sendiri maupun pengunjung yang berasal dari luar kota, yaitu Jepara, Demak, Pati, Rembang dan Blora. Kudus menjadi kabupaten dengan sarana tujuan belanja yang paling lengkap diantara kabupaten-kabupaten lain disekitarnya. Banyaknya toko-toko dan pabrik-pabrik membuat hampir sepanjang ruas jalan kota dipenuhi dengan lautan masyarakat dan alhasil kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan antara 30-50 km/jam. Dapat dikatakan setiap harinya warga masyarakat Kudus bergelut dengan asap dan suara bising mesin kendaraan. Selain itu, karena letaknya di jalur pantai utara membuat hampir sepanjang ruas jalan pantura mengalami kemacetan, terutama disekitar daerah Bareng, Jekulo Kudus. Kemacetan mewarnai sepanjang arus mudik dan arus balik mudik.
Ada beberapa calender of events alias perayaan-perayaan pada hari-hari tertentu di Kudus. Diantaranya adalah:
1. Buka Luwur
Buka Luwur meruppakan upacara penggantian kain klambu penutup makam yang berlangsung setiap tahun. Buka luwur pada makam Sunan Kudus dilaksanakan setiap tanggal 10 syuro. Sedangkan Buka Luwur pada makam Sunan Muria dilaksanakan setiap tanggal 16 Syuro.
2. Dhandhangan
Dhandhangan yaitu tradisi menyambut datangnya bulan Ramadhan / bulan Puasa yang dilaksanakan disekitar Menara kudus. Biasanya banyak pedagang-pedagang menjajakan barang dagangannya di sepanjang jalan Sunan Kudus. Mulai dari mainan anak-anak , elektronik, perabot rumah tangga sampai dengan arena main anak-anak misalnya mandi bola, bianglala, komedi putar dan ombak banyu. Tapi ada satu dagangan yang paling khas yaitu mainan anak yang terbuat dari tanah liat (mainan gerabah).
3. Kupatan
Kupatan adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan pada hari ke-7 setelah Idul Fitri yang bertepatan dengan lebaran ketupat kalau di kabupaten Kudus. Tradisi Kupatan ini hampir sama dengan Dhandhangan. Banyak para pedagang menjajakan barang dagangannya. Kupatan ini dilaksanakan di dua titik wilayah tertentu yaitu di desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo dan di desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Biasa warga masyarakat Kudus menyebut tradisi ini dengan nama Bulusan. Konon ceritanya dulu di sungai yang ada di desa ini banyak terdapat hewan bulus (kura-kura).
Perayaan Dhandhangan dan Kupatan inilah yang sering membuat jalanan macet total. Karena banyak pedagang di sepanjang jalan.
Tempat-Tempat Bersejarah
Kudus merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak tempat-tempat yang mengandung nilai-nilai sejarah. Dimana tempat-tempat ini juga dijadikan pemerintah daerah kabupaten Kudus sebagai salah satu aset daerah untuk tujuan wisata. Diantaranya adalah menara Kudus, masjid dan makam Sunan Muria, makam Pangeran Puger, makam Kyai Telingsing, makam Sidomukti (keluarga Adipati Ario Condronegoro III), makam R.Ayu Dewi Nawangsih & R. Bagus Rinangku), makam Mbah Kaliyitno, Tugu Identitas Kudus dan Museum Kretek.
Tugu Identitas Kudus
Tugu Identitas Kudus terletak di desa Getas Pejaten, kecamatan Jati. Posisinya sangat strategis karena berada di tengah-tengah kota Kudus dan lokasinya terletak di depan pertokoan Matahari Mall Kudus. Tugu Identits merupakan monumen perjuangan rakyat Kudus dalam merebut kemerdekaan RI. Bentuk Tugu Identitas kudus merupakan stylisasi Menara Kudus. Tinggi bangunan ini 27 m, luas bangunan 67,24 m, luas tanah 3.365 m. Obyek wisata ini sangatlah tepat untuk rekreasi keluarga, karena dapat melihat penjuru kota Kudus dari atas menara. Selain itu Tugu Identitas mempunyai cerita historis yakni cerita singkat 27 melambangkan 9 kali yaitu 2 di Kudus, 7 berada di luar Kudus, jumlah trap tugu:
· 5 trap pertama dibawah melambangkan dasar negara.
· 45 trap kedua melambangkan tahun kemerdekaan.
· 17 trap melambangkan tanggal awal kemerdekaan bangsa Indonesia.
Museum Kretek
Museum Kretek terletak sekitar 3 km kearah selatan dari pusat kota Kudus, tepatnya di desa Getas Pejaten kecamatan Jati Kudus. Museum Kretek dibangun sebagai simbol kota Kudus sebagai kota kretek, berdasarkan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, H. Soepardjo Roestam dan diresmikan pembukaannnya pada tanggal 3 Oktober 1986 oleh Menteri Dalam Negeri RI. Museum Kretek merupakan tempat untuk merekonstruksi sejarah rokok kretek Kudus dari era kejayaan raja rokok kretek Kudus, Niti Semito sampai dengan perkembangan industri rokok Kudus era modern. Museum Kretek menyimpan berbagai peralatan dan mesin-mesin tradisional pembuatan rokok kretek dan rokok klobot serta sarana promosi rokok pada masa itu. Untuk saat ini fasilitas sarana rekreasi di Museum Kretek sudah mulai dilengkapi. Penambahan-penambahan yang ada saat ini adalah adanya taman dan arena bermain anak-anak, gedung bioskop yang menayangkan sejarah kota Kudus dan arena berenang water boom.

