Kamis, 16 Februari 2012

The great "MOMENT" with them at Maluku



that's my dream before



from him i can play a music
he give us spirit and motivation

 

because Sophrano Saxophone i meet them

our dream comes true.
bisa menarik simpati warga SBT. Alhamdulillah,,,

from Pattimura Airport go to Pelabuhan Tulehu 
with Trans Amboina

@ kapal cepat from pelabuhan Tulehu - Maluku Tengah





singggah sebentar from malteng- SBT (8 jam),, 
awal kenal dengan kk Leny, Timkes Pendamping from SBT




bersama sasuh autis:
autis 1: Paramita Samosir alias Miti
autis 2: Rantini Dewi alias Tinux
autis 3: Ni Putu Nensy alias Nensi
autis 4: Fiklia alias pikli


makan bareng autis @ SBT
bersama sophrano saxophone @ pendopo Bupati SBT

   
korsik and display @ lapangan SBT 
(hari jadi SBT ke 8)
 bersama Fikri's family.
(mom, dhita and Edy)
dan kita dipertemukan secara langsung,,,
miss you all,,,

bersama kelas gabungan D6-D7-D8
pikli, kg Budi, kak Afdhal

sambutan warga SBT setelah display
for GAP IPDN XX

bersama kk Leny.. thanks for ur give kak. ^_^

@ Amaris Hotel, Ambon, Malucas

background theme's jalan depan Gong Perdamaian , Kota Ambon, Maluku

@ banadara Hasanudin, Makasar
transit perjalanan pulang ke Jatinangor

        The first thanks to My One Allah SWT, and SAsuh AUtis, SAxophone family, PAk Riskan, MOm, DHita, EDy, Ka LEny, Pembina dan Rekan-Rekan GAp IPDN XX, Teman -Teman di kampus IPDN,  Warga SBT, Ambon, Maluku, Bupati dan SKPD Kabupaten SBT, Kota Ambon,  ........

Rabu, 15 Februari 2012

CINTA dan DIA



CINTA dan DIA?
Lalu apa makna dari “CINTA”?
Dan apapula
Arti sebuah kata “DIA”?
Aku yang mungkin pernah mengenal dan merasakan makna sebuah “CINTA” dan pernah merindukan “DIA”
DIA yang telah membawaku dan menuntunku untuk bisa mengenal CINTA
Tapi, sesungguhnya saat inilah aku tak mengerti kenapa DIA menghilang begitu saja, serasa tak pernah aku mengenal DIA sebelumnya.
Entah apa sebab dari semuanya, aku juga tak mengetahuinya. Mungkin memang takdir yang menulis cerita kami seperti ini.
Tak aku pungkiri aku merindukan DIA. DIA. DIA dan DIA.
DIA yang mengajari aku untuk tahu apa itu CINTA, DIA yang telah bisa menuntun aku untuk tahu bagaimana rasa kehilangan sesuatu yang saat itulah aku masih sangat membutuhkannya.
Mungkin karna kisah yang tak pernah tahu jalan keluarnya dan lebih memilih untuk mengutamakan yang lainnya. Tak ada memang abu-abu. Semua ada pada pilihan “iya” atau “tidak”.
Tak apa DIA tak ada lagi saat ini. Masih ada satu teman baikku selain DIA. Dzikir yang selalu DIA ingatkan.
 Aku tak tahu apa lagi yang bisa aku perbuat. Tak ada sapa, tak ada tanya. dan  aku hanya punya sebuah keyakinan akan janji kita.