Senin, 16 April 2012

^_^)


Hanya  dzikirkulah yang senantiasa setia menemaniku saat ini
Yang senantiasa menghiburku dan menahanku dari segala rasa takut serta amarahku
Aku tahu aku sedang berduka atas kisahku sendiri
Tapi aku tak pernah mau marah untuk semuanya
Aku yang merasa terbohongi
Aku yang merasa terpermainkan
Aku yang telah baik menjaga janji dan ternyata mendapat balasan sebaliknya
Tapi aku tak pernah marah dan tak mau marah
Tak perlu memang aku berharap, tapi tak perlu pula aku melupakannya
Aku tak membencimu, karna walau bagaimanapun kamu pernah baik terhadapku
Aku tak mau menjadi manusia yang tamak dan tak tahu diri
Hanya karna sekedar hal seperti ini aku harus membencimu
Aku tetap dalam senyum dibawah lindunganNya
Tak apa semuanya tak seperti yanga ku pikirkan
Tapi itulah hidup
Itulah saat klimaks ketika rabku diuji sang pencipta
Rasa itu memang pernah ada dan memang masih ada
Namun sebagian telah kembali  ke pemilik semula atas rasa itu
Tapi tak adil jika aku memaksakannya ketika ada orang lain yang lebih berhak untuk itu semua
Biarlah aku tetap dalam dzikirku
Biarkan aku untuk membela itu
Biarkan aku untuk tetap menjaga janji itu sendiri
Biarkan aku jauh dari pandanganmu untuk Dia
Dia jauh lebih berhak atas semuanya
Jagalah Dia, karna senantiasa kamu menjaga  dirimu pula
Dan pada akhirnya kata Dia bukan lagi alibi untuk memperhalus perasaan kita
Melainkan ada dan nyata untuk selain kita berdua